1

Latihan1 JavaScript
*Penulisan kode HTML*

Ya'ahowu

Selamat datang ke blog "Ya'ahowu Tanö"......
Blog ini saya buat sebagai sarana untuk menuliskan ekspresi atau hasil buah pikiran, pengalaman, serta kutipan-kutipan dari buku yang pernah di baca.

Sabtu, 19 Mei 2012

PERENCANAAN OPERASI / PRODUKSI

PERENCANAAN  OPERASI / PRODUKSI
Digunakan untuk mengetahui jumlah barang/produk yang harus diproduksi dengan didasarkan pada hasil peramalan dan persediaan yang ada, juga merupakan pegangan untuk merancang jadual produksi.

Fungsi lain :
- konsistensi
à rencana penjualan dan produksi  : renstra persh
- Menjamin kemampuan produksi konsisten
àrencana produksi.
- monitoring hasil produksi aktual
à rencana produksi.
- Mengatur persediaan produk jadi u
à target dan rencana.
- Mengarahkan penyusunan dan pelaksanaan MPS.
Untuk melakukan perencanaan produksi dapat dilakukan dengan beberapa strategi :
Ò  Dengan mengendalikan persediaan, (dilakukan pada saat kapasitas produksi di bawah permintaan dan  digunakan pada saat di atas kapasitas produksi)
Ò  Dengan mengendaliakan jumlah tenaga kerja sesuai dengan laju produksi yang diinginkan.
Ò  Mengadakan subkontrak untuk menaikan kapasitas pada saat perusahaan dalam keadaan sibuk.
Ò  Mempengaruhi permintaan (potongan harga, pemberian hadiah, layanan-layanan khusus).
   Perencanaan Operasi dapat diklasifikasikan menjadi dua metode yaitu :
Perencanaan Operasi dapat diklasifikasikan menjadi dua metode yaitu :
    1. Metode Kualitatif :
        - Rasio persediaan
        - konsensus manajemen
        - grafik dll.
       2. Metode Kuantitattif : 
        - Heuristik
        - model matematik
        - simulasi dll.
  
  Contoh : Data dari hasil peramalan :
Bulan
Peramalan
Komulatif
1
103
103
2
117
220
3
115
335
4
121
456
5
123
579
6
109
688
7
89
777
8
74
851
9
71
922
10
73
995
11
81
1.076
12
98
1.174
Berdasarkan hasil peramalan maka dapat dilakukan rencana produksi untuk 12 periode.

Dimisalkan pada rencana 1 tingkat produksi adalah 70 unit/ bln dengan menganggap persediaan awal adalah 340 unit.

Pada rencana 2 tingkat produksi 120 unit/bln untuk 6 bulan pertama dan 60 unit/bln untuk 6 bulan terakhir, dengan persediaan awal 100 unit, sehingga hasil akhir persediaan seperti pada table berikut :
Tabel Rencana Produksi

Bln
Perama lan
Komu latif
Rencana Produksi 1
Rencana Produksi 1
Persediaan Awal
Produk
Persediaan Akhir
Persedia an Awal
Produk
Persediaan Akhir
1
103
103
340
70
307
100
120
117
2
117
220
307
70
260
117
120
120
3
115
335
260
70
215
120
120
125
4
121
456
215
70
164
125
120
124
5
123
579
164
70
111
124
120
121
6
109
688
111
70
72
121
120
132
7
89
777
72
70
53
132
60
103
8
74
851
53
70
49
103
60
89
9
71
922
49
70
48
89
60
78
10
73
995
48
70
45
78
60
65
11
81
1.076
45
70
34
65
60
44
12
98
1.174
34
70
6
44
60
6

Dari dua rencana produksi tersebut akan dipilih salah satu dari rencana yang ada dengan mempertimbangkan biaya yang terjadi, yaitu biaya terkecil yang akan digunakan sebagai rencana produksi.
Fungsi utama persediaan yaitu :
   - Sebagai penyangga, penghubung antar proses produksi   dan distribusi untuk memperoleh efisiensi.
   - Sebagai stabilisator harga terhadap fluktuasi permintaan.
Masalah umum persediaan dalam suatu system
1.      Masalah kuantitatif :
 - Berapa banyak jumlah barang yang akan dipesan.
 - Kapan pemesanan barang harus dilakukan.
 - Berapa jumlah persediaan pengaman.
 - Metode pengendalian persediaan mana yang paling  tepat.
2.        Masalah kualitatif :
 - Jenis bahan/barang apa yang masih ada
- Dimana barang tersebut ditempatkan
- Berapa banyak barang dalam proses pemesanan
- Siapa saja yang ditunjuk sebagai pemasok, dsb.
Komponen biaya dlm rangka penentuan persediaan

1.      Biaya pembelian (Purchasing Cost = c)
-          Biaya yang dikeluarkan untuk membeli barang persediaan.
-          Besarnya biaya tergantung dari jumlah barang yang dibeli dari harga satuan.
2.      Biaya pengadaan (Procurement Cost)
Biaya pengadaan dibedakan atas 2 jenis yaitu :
-          Biaya pemesanan (Ordering Cost = k) Semua pengeluaran yang timbul untuk mendatangkan barang dari luar.
-          Biaya penentuan pemasok, administrasi pesanan, pengiriman pesanan, pengangkutan, penerimaan dsb.
3.      Biaya persiapan (setup cost = k)
-          Semua pengeluaran yang timbul dalam mempersiapkan produksi suatu barang.
-          Biaya menyusun peralatan produksi, menyetel mesin, persiapan gambar kerja dsb.
4.      Biaya penyimpanan (Holding Cost = h)
Semua pengeluaran yang timbul akibat menyimpan barang, meliputi :
-          Biaya modal
-          Biaya gudang
-          Biaya asuransi
-          Biaya administrasi
-          Biaya kadaluarsa
-          Biaya kerusakan dan penyusutan
5.      Biaya kekurangan persediaan/kehabisan stock (Shortage Cost = p)
¨  Biaya yang timbul sebagai akibat terjadinya persediaan lebih kecil dari jumlah yang diperlukan.
¨  Metode Pengendalian Persediaan
¡  Metode Tradisional
¡  Metode perencanaan kebutuhan material (MRP)
¡  Metode Kanban
¨    Metode Pengendalian Persediaan Tradisional/EOQ
Dalam metode ini pada dasarnya mencari jawaban optimal   dalam menentukan :
     -   Jumlah ukuran pemesanan ekonomis (EOQ)
     -   Titik pemesanan kembali (RO)
     -   Jumlah cadangan pengaman yang diperlukan (SS)
Model EOQ didasarkan pada asumsi-asumsi sbb :
Hanya satu item barang (produk) yang diperhitungkan
Kebutuhan (permintaan) setiap periode diketahui
Barang yang dipesan diasumsikan dapat segera tersedia
Waktu ancang-ancang (lead time) bersifat konstan
Setiap pesanan dikirim dan langsung digunakan
Tidak ada pesanan ulang (back order)
Tidak ada diskon
Tujuan model ini adalah menentukan jumlah ekonomis setiap kali pemesanan (EOQ) sehingga total biaya persediaan minimal.
Biaya Total Persediaan =   Ordering cost + Holding cost +  Purchasing cost.
Parameter yang dipakai adalah :
D         : jumlah kebutuhan barang selama satu periode
k          : ordering cost sekali pesan
h          : holding  cost  persatuan  nilai  persediaan                  
             persatuan waktu
c          : purchasing cost persatuan nilai persediaan
t           : waktu antara satu pesanan ke pesanan berikutnya

 

    

    

Tidak ada komentar: